Kayu Sonokeling: Ciri-ciri, Kelebihan, Kekurangan, Harga

Kayu menjadi salah satu bahan yang wajib ada dalam pembuatan sebuah furniture. Ada beragam jenis kayu yang bisa digunakan dalam produksi furniture, dan mereka juga memiliki karakteristiknya masing-masing.

Ketika membahas furniture, kayu jati dan mahoni sangat dikenal akan kepopulerannya.  Namun tak hanya dua kayu itu saja lho yang bisa digunakan dalam furniture. Salah satu kayu lain untuk furniture adalah kayu sonokeling.

Meski tak sepopuler kayu jati atau mahoni, kayu sonokeling saat ini cukup banyak diminati. Bahkan tak sedikit pengrajin furniture yang menggunakan kayu jenis ini sebagai bahan dasar dalam pembuatan meja, kursi, dan furniture lainnya.

Jika kamu tertarik untuk membeli furniture dari kayu sonokeling, kali ini Dirumahkita.com ini akan memberikan informasi lengkap seputar kayu yang satu ini. Mulai dari ciri, kelebihan, kekurangan dan harga kayu sonokeling.

Yuk simak!

1. Apa itu kayu sonokeling?

kayu sonokeling

Sonokeling atau sanakeling adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras dan indah, anggota dari suku Fabaceae.

Dilansir dari Espen.de, istilah “sonokeling” merupakan sebutan kayu “rosewood” dari Indonesia. Dalam dunia perdagangan, pohon dengan kayu yang berbobot sedang dan berkualitas tinggi ini dikenal sebagai indian rosewoodBombay blackwood atau Java palisander dalam Bahasa Inggris, serta palisandre de l’Inde dalam Bahasa Prancis.

Sedangkan di pulau Jawa, dikenal varian yang dinamai sonobrit dan sonosungu.

Kayu asal Pulau Jawa ini adalah salah satu jenis kayu keras atau hardwood.

2. Ciri-ciri kayu sonokeling

kayu sonokeling

  • Warna hitamnya yang khas

Ciri yang pertama dari kayu jenis sonokeling adalah warna yang dihasilkan. Jika kebanyakan warna kayu adalah cokelat atau bahkan sedikit kekuningan, namun berbeda halnya dengan warna kayu sonokeling.

Kayu ini memiliki warna hitam yang khas. Inilah yang membuat kayu sonokeling lebih elegan dibandingkan kayu jenis lainnya. Warna hitam yang ditampilkan oleh kayu sonokeling ini jika dikombinasikan dengan urat kayu, terlihat semakin eksotis.

Melihat dari segi warnanya yang menakjubkan, maka bukan hal yang mengherankan apabila harganya dibanderol dengan harga yang terbilang cukup mahal.

  • Memiliki tekstur yang keras

Selain warna hitam khas dari kayunya. Ternyata teksturnya, juga bisa menjadi ciri tersendiri lho! Hal ini karena tekstur yang dimiliki oleh kayu sonokeling ini terbilang cukup keras. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa tekstur keras yang dimiliki oleh kayu sonokeling bisa bertahan cukup lama ketika dimanfaatkan.

Karena memiliki tekstur yang cukup keras, membuat kayu ini juga sering digunakan sebagai bahan dasar bangunan atau dalam dunia persenjataan, seperti untuk popor senjata. Selain itu tak jarang juga para pengrajin menggunakan kayu ini dalam pembuatan furniture seperti kursi dan meja.

Jika di daerah Pulau Jawa, kayu sonokeling ini digunakan sebagai tiang penyangga rumah Joglo asli.

  • Memiliki bobot sedang hingga berat

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kayu yang satu ini termasuk ke dalam kayu keras atau hardwood dengan bobot sedang hingga berat. Dilansir dari Perhutani.co.id, kayu sonokeling ini memiliki berat jenis rata-rata 0,83 (0,77-0,86), termasuk dalam kelas awet I, dan kelas kuat II.

Meski termasuk dalam kategori kayu keras, kayu ini cukup mudah untuk diproses, seperti dipotong, digergaji, diukir, dan diampelas. Karakter ini menjadikan kayu sonokeling banyak digunakan sebagai bahan baku produk olahan kayu dengan kualitas bagus.

3. Kelebihan kayu sonokeling

kayu sonokeling

  • Warnanya yang unik dan elegan

Kelebihan utama dari kayu sonokeling adalah warnanya yang unik dan menimbulkan kesan elegan serta mewah di rumah. Bagaimana tidak, bagian tengah kayu (kayu teras) ini berwarna kecokelatan dengan garis-garis berwarna agak hitam, serta gubal berwarna putih keabu-abuan.

Coraknya yang unik inilah yang menjadikannya banyak digemari pembuat furniture maupun handicraft berkelas tinggi.

  • Memiliki serat kayu yang indah

Yup, memang keberadaan kayu sonokeling memang tidak sepopuler jati. Namun, bukan berarti kualitasnya kalah dengan kayu jati. Kelebihan selanjutnya dari kayu ini adalah terletak pada serat dan tekstur kayunya.

Tak hanya kuat, serat dan tekstur kayu sonokeling juga tergolong indah dan bernilai dekoratif.  Maka tak mengherankan apabila harganya yang cukup fantastis.

  • Gubal kayu yang juga bisa dimanfaatkan

Seperti yang kamu tahu, tak semua jenis bagian kepala kayu bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Namun berbeda halnya dengan kayu yang satu ini. Misalnya, gubal dari kayu sonokeling tetap bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan.

Gubal dari sonokeling bisa dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan kerajinan dengan ukuran yang lebih kecil, seperti pembuatan sendok, garpu, dan piring.

Memiliki warna yang gelap, membuat peralatan makan yang terbuat dari gubal kayu ini bisa memberikan kesan klasik dan mewah. Selain itu, gubalnya juga bisa digunakan untuk pembuatan souvenir pernikahan.

Inilah yang menjadi poin plus dari kayu sonokeling, yaitu sifatnya yang ramah lingkungan.

  • Awet terhadap serangan jamur, rayap, dan serangga perusak kayu

Kelebihan lainnya yang ditawarkan oleh kayu sonokeling adalah, sifatnya yang anti rayap dan anti jamur. Hal ini karena mereka digolongkan sebagai kayu awet. Seperti yang dijelaskan pada ciri di atas, berdasarkan kliasifikasi keawetannya, kayu ini berada dalam satu kelas dengan kayu jati, yaitu kelas awet I (sangat awet).

Ini menunjukkan bahwa kayu sonokeling mempunyai ketahanan yang cukup tinggi, terhadap serangan jamur, rayap, bubuk, atau serangga perusak kayu lainnya, meskipun tanpa diberi bahan pengawet kayu terlebih dahulu.

Apa yang membuat kayu senokeling ini lebih awet adalah, adanya zat ekstraktif atau semacam getah yang dihasilkan oleh kayu itu sendiri. Getah ini merupakan unsur racun bagi perusak kayu, seperti rayap. Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saat bagian tepi atau pinggir kayu (kayu gubal) berubah menjadi kayu teras (inti kayu).

Maka bukan hal yang mengerankan bila kelebihan yang satu ini sangat ideal untuk pembuatan furniture di rumah.

  • Beratnya yang setara dengan logam

Sempat disinggung sebelumnya bahwa kayu sonokeling juga digunakan dalam dunia persenjataan. Namun ini bukan tanpa alasan lho! Karena jika dilihat dari beratnya, kayu ini memiliki berat yang setara dengan logam.

Menariknya lagi, dalam dunia otomotif kayu sonokeling juga dijadikan bahan dasar interior mobil. Mungkin kamu tak menyadari bahwa beberapa merek mobil, sudah menggunakan kayu asal Pulau Jawa ini sebagai bahan baku interiornya. Misalnya seperti Mercedes Benz.

  • Bisa diolah menjadi berbagai keperluan

Karena mempunyai ciri-ciri yang unik, mulai dari warna hitam khas, hingga berat yang menyerupai logam, membuat kayu sonokeling bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan.

Mulai bahan perabot rumah tangga kelas tinggi, veneer, rangka pintu dan jendela, alat musik, barang ukiran, kayu perpatungan, barang yang perlu dilengkungkan. Dan tentunya, kayu sonokeling juga sering digunakan sebagai bahan dasar furniture dan industri kayu baik di dalam negeri maupun mancanegara.

4. Kekurangan kayu sonokeling

kayu sonokeling

  • Warnanya yang tidak bisa diberikan finishing warna terang atau natural

Meski warna menjadi kelebihan utama dari kayu sonokeling, warna juga bisa menjadi kekurangan utama bagi kayu asal Pulau Jawa ini.

Sebab bagi masyarakat yang suka dengan furniture dengan finishing warna-warna terang atau natural, seperti walnut brown, cocoa brown, dan lain-lain, warna kayu sonokeling ini kurang tepat.

Karena warna alami kayunya yang sudah gelap, sehingga tidak bisa diberikan finishing dengan warna-warna terang atau warna natural.

  • Memiliki kadar air yang cukup tinggi

Kekurangan lainnya terletak pada kadar airnya yang cukup tinggi alias 15 persen, sehingga bisa menyebabkan bentuk furniture berubah atau melengkung, jika dibuat dari kayu yang masih basah.

Solusinya adalah kayu harus dikeringkan atau dioven dulu, hingga kadar airnya menyusut 8-10 persen. Dan kemudian baru diolah menjadi furniture yang diinginkan.

  • Persediaan kayu yang mulai langka

Di Indonesia sendiri, kayu jenis ini banyak dijumpai di beberapa daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun saat ini, akan cenderung sulit untuk menemukannya. Sebab persediaan kayu sonokeling yang memang mulai berkurang.

Salah satu penyebabnya adalah masa tumbuh jenis pohon ini yang tergolong lama. Untuk mendapatkan kualitas kayu yang ideal, pohonnya harus berusia minimal 20 tahun.

Kayu yang disebut indian rosewood juga telah terdaftar sebagai spesies tanaman rentan oleh International Union for Conservation of Nature atau Uni Internasional bagi Konservasi Alam atau IUCN dari tahun 2017. Penyebabnya adalah penebangan liar pada kawasan hutan lindung, hingga periode masa tumbuh yang terlampau lama.

Namun pemerintah sudah melakukan langkah konservasi dengan memperketat perdagangan kayu sonokeling ke luar pulau. Hal ini diharapkan membuat statusnya kayu tersebut cepat berubah menjadi kayu yang tidak rentan punah.

  • Harganya yang tergolong mahal

Semakin tua usia kayu jenis sonokeling, maka kualitas kayunya semakin baik dan harga kayunya semakin mahal.

Faktor lain yang membuat kayu ini menjadi mahal adalah, bagian inti kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan furniture, hanya bisa digunakan 60-70 persen dari seluruh bagian kayu. Sisanya, sekitar 30-40 persen merupakan kayu gubal yang biasanya berwarna putih, dengan kualitas jelek.

Akibat kelangkaan inilah, harganya menjadi mahal.

5. Harga kayu sonokeling

kayu sonokeling

Setelah membaca informasi di atas, kamu mungkin bertanya-tanya, berapa harga kayu sonokeling?

Perlu diingat bahwa harga kayu jenis sonokeling berbeda-beda, tergantung pada ukuran yang diperlukan. Kayu sonokeling yang dijadikan papan, akan lebih mudah dalam pengolahannya menjadi berbagai furniture.

Jika kamu tertarik menjadikan papan sonokeling sebagai lantai, kursi, lemari dan sebagainya, perlu diketahui bahwa harga per papan kayu ini ada pada kisaran harga Rp800.000. Sedangkan untuk per lembarnya dengan ukuran yang tipis dan lebar, harganya tidak jauh berbeda dengan papan, yaitu sekitar Rp1.000.000.

Jika ingin membeli kayu mewah ini dengan satuan batang, dinilai dengan harga yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan ukurannya yang berbeda-beda. Ukuran batangnya tergolong sangat besar, karena dapat dibuat atau dibagi lagi menjadi ukuran papan dan log. Kisaran harganya dapat mencapai Rp5.000.000 lebih per batangnya.

Nah itulah informasi mengenai ciri-ciri, kelebihan, kekurangan, dan harga kayu sonokeling, yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi di atas dapat menjadi referensi mu sebelum membeli kayu sonokeling ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: