Harus Tahu! 8 Tips Penting Sebelum Beli Cat untuk Eksterior Rumah

Cat untuk eksterior rumah yang terbaik, dapat membentuk “ikatan” yang tahan lama pada permukaan eksterior dan menawarkan perlindungan, sekaligus memberikan tampilan baru yang segar.

Seperti yang kamu ketahui, permukaan luar ruangan dapat mengalami kondisi cuaca ekstrem, termasuk sinar UV yang keras, perubahan suhu, dan badai. Sehingga perlindungan terbaik perlu datang dari cat berkualitas yang dirancang untuk bahan yang digunakan pada luar rumah.

Jika menggunakan cat eksterior rumah yang tepat, kamu mungkin dapat mengharapkan bahwa rumahmu akan terlindungi dan terlihat segar selama 7-10 tahun mendatang.

Untuk mengetahui cat eksterior yang tepat untuk rumahmu, kali ini DirumahKita.com telah merangkum 8 tips penting yang harus kamu ketahui sebelum beli cat untuk eksterior rumah. Yuk simak!

1. Daya tahan

Cat untuk eksterior rumah

Cat untuk eksterior rumah umumnya berbahan dasar lateks dan akrilik, hal ini karena biasanya mereka mengandung bahan berkualitas lebih tinggi, seperti lebih banyak padatan dan pigmen akrilik. Mereka seringkali lebih tebal dan lebih kental (lengket) daripada cat berkualitas rendah.

Namun, ini tidak berlaku untuk cat berbasis minyak, yang biasanya lebih tipis dan lebih encer. Secara umum, cat berbasis minyak lebih tahan lama daripada cat akrilik atau lateks, tetapi cenderung lebih cepat menguning.

Daya tahan juga berkaitan dengan jumlah lapisan yang diterapkan, misalnya lebih banyak lapisan akan membuat permukaan lebih tahan lama. Cat yang tercampur dengan baik juga mempengaruhi daya tahan, karena bahan-bahan dapat mengendap di dasar kaleng seiring waktu.

Jika cat sudah lama dibeli, pastikan kamu telah mengaduknya dengan rata sebelum digunakan. Selain itu, mengoleskan cat dengan rol atau kuas sebagai ganti penyemprot, dapat meninggalkan lapisan yang lebih tebal dan tahan lama pada permukaan.

Gloss atau tingkat kekilauan juga merupakan indikator daya tahan. Semakin tinggi gloss, maka semakin mudah dibersihkan dan tahan lama. Namun, perlu diketahui bahwa cat dengan tingkat glossy yang tinggi dapat menunjukkan cacat di permukaan, seperti tambalan kasar, sedangkan warna matte dapat membantu menyamarkan perbedaan kecil.

2. VOC rendah

Cat untuk eksterior rumah

Bahan kimia dan pelarut yang ditemukan dalam produk cat dapat memancarkan asap beracun yang dikenal sebagai senyawa organik volatil atau Volatile Organic Compounds (VOC). Zat ini mengandung karbon yang menghasilkan aroma berbahaya selama proses pengecatan.

Dari dua jenis cat eksterior, yaitu minyak dan lateks, cat minyak memiliki kandungan VOC yang lebih tinggi. Senyawa ini telah lama ditambahkan ke cat berbasis minyak untuk meningkatkan kekerasannya dan mempercepat waktu pengeringan.

Cat akrilik dan lateks dapat mengandung lebih sedikit VOC, atau bahkan dihilangkan sama sekali. Tujuannya untuk menawarkan pengalaman mendekor rumah dengan cara yang lebih sehat.

Dilansir dari Bobvila.com, aroma yang tidak sedap ini dapat menyebabkan sakit kepala dan mual jika terhirup. Meskipun mungkin tidak terlalu mengganggu saat mengecat di luar ruangan, kamu mungkin masih perlu memilih cat berlabel “Rendah-VOC” atau “Nol-VOC.”

Jumlah VOC yang diizinkan bervariasi menurut setiap negara, tetapi secara umum, label “VOC rendah” menunjukkan bahwa cat mengandung kurang dari 50 gram VOC per liter. Sedangkan cat berlabel No-VOC atau Zero-VOC, mengandung kurang dari 5 gram VOC per liter.

3. Waktu pengeringan

Cat untuk eksterior rumah

Masing-masing cat untuk eksterior rumah memiliki waktu kering yang berbeda, dan menunggu sampai lapisan pertama kering sebelum menerapkan lapisan kedua, adalah kunci untuk mencapai hasil akhir yang berkualitas.

Misalnya, sebagian besar cat lateks dapat mengering (disentuh) dalam beberapa jam, dan lapisan kedua dapat diterapkan dalam 4 hingga 6 jam. Sedangkan, cat minyak, dapat mengering saat disentuh dalam 6 hingga 8 jam, dan lapisan kedua dapat diterapkan hingga 24 jam. Waktu kering biasanya tertera pada kaleng cat.

Sementara cat mungkin terasa kering saat disentuh dalam beberapa jam dan bahkan siap untuk lapisan kedua, mungkin ini masih belum awet. Ketika bahan cair cat telah menguap, itu benar-benar sudah awet. Waktu pengawetan ini bervariasi menurut setiap cat.

Misalnya cat lateks dan akrilik membutuhkan waktu beberapa minggu, dan cat berbasis minyak membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk tingkat pengeringan yang lebih awet.

Waktu pengawetan ini juga bisa lebih lambat, terutama dalam kondisi lembab dan dingin, dan bisa lebih cepat ketika suhu di atas 50 derajat dan tingkat kelembaban rendah. Selama masa pengawetan ini, berhati-hatilah agar tidak menyentuh permukaan yang dicat.

4. Warna yang tak memudar dengan cepat

Cat untuk eksterior rumah

Cat berkualitas rendah dapat mengandung pigmen murah, seperti bedak, tanah liat, dan silika, yang cenderung lebih mudah memudar seiring waktu. Terutama jika permukaan yang dicat terkena paparan selatan dan menerima sinar matahari langsung.

Perlu diingat juga bahwa penggunaan warna gelap di eksterior lebih cenderung memudar daripada warna terang. Jika warna gelap atau terang dipilih untuk trim atau daun jendela, cari cat dengan bahan “titanium dioksida”.

Meski pigmen ini cenderung lebih mahal, tapi akan tahan lama. Cat ini biasanya hanya ditemukan di beberapa merek cat premium.

Bagi kamu yang ingin membuat tekstur palsu, seperti mengecat agar terlihat seperti tekstur kayu, cobalah cat untuk eksterior rumah yang mengandung pelindung UV, agar efek cat tidak memudar.

5. Tahan segala perubahan cuaca

Cat untuk eksterior rumah

Cat untuk eksterior rumah tentunya harus mampu menangani apa pun perubahan yang disebabkan oleh alam.

Cat minyak dikenal sangat baik dalam menahan hujan dan mudah dibersihkan. Inilah yang membuat cat minyak sebagai cat eksterior standar selama bertahun-tahun.

Sedangkan cat akriklik juga bisa menjadi bahan pengikat yang baik, yang memungkinkan kandungan lateksnya sedikit melentur sehingga tidak mudah rapuh dan retak, serta mampu menahan hujan dengan lebih baik.

Label cat lateks kualitas tertinggi umumnya menampilkan kata-kata “semua akrilik” atau “100 persen akrilik”.

Meskipun cat yang lebih murah seringkali mengandung sedikit akrilik, cat tersebut biasanya tidak mengandung cukup banyak akrilik yang bisa benar-benar tahan cuaca.

6. Sesuaikan dengan iklim di area tempat tinggal

Cat untuk eksterior rumah

Selain ampuh dari segala perubahan cuaca, cat untuk eksterior rumah juga bervariasi menurut wilayah. Misalnya cat yang cocok untuk lingkungan yang panas terik, bukan pilihan terbaik untuk area lembab.

Jika kamu tinggal di area yang cenderung lembab atau sering hujan, cat berlabel “tahan jamur” mungkin lebih diperlukan. Atau jika kamu tinggal di area yang mataharinya cenderung bersinar sepanjang waktu, cat yang diberi label “tahan UV” dapat membantu.

7. Kesesuaian pada permukaan dinding

Cat untuk eksterior rumah

Meskipun ada pengecualian, aturan umumnya adalah menggunakan jenis cat yang sama dengan cat yang sudah ada di permukaan.

Misalnya, jika dindingmu sebelumnya sudah dicat dengan lateks, maka pilih lateks untuk cat selanjutnya. Sebaliknya, jika dicat dengan minyak, maka pilihlah cat minyak.

Menempatkan cat minyak di atas lateks sering menyebabkan gelembung dan pengelupasan, karena pelarut dalam cat minyak dapat melelehkan lateks.

Ini juga lebih berhasil jika cat cocok dengan bahan yang sedang dicat. Cat yang dirancang untuk menutupi dinding kayu mungkin tidak menempel dengan baik pada dinding aluminium atau vinil. Namun aturan ini biasanya tercantum pada kaleng cat dan deskripsi online produk.

8. Persiapan dan cara pengaplikasian

Cat untuk eksterior rumah

Persiapan yang memadai sangat penting untuk mencapai cat untuk eksterior rumah yang tahan lama. Untuk hasil yang terbaik, permukaan dinding harus bersih dari semua kotoran dan minyak.

Selain itu, permukaan juga harus kering, karena cat tidak menempel dengan baik pada permukaan yang lembab. Selain itu, cat yang lepas atau terkelupas harus dikikis.

Seperti proyek pengecatan lainnya, tindakan pencegahan yang tepat juga perlu dilakukan agar menjaga cat tidak mengenai benda lain secara tidak sengaja. Misalnya dapat meletakkan kain lap pada beberapa furniture atau memindahkan furniture untuk mencegahnya terkena percikan, atau menggunakan selotip agar menciptakan tepi cat yang lebih bersih dan tajam.

Cat eksterior mudah diaplikasikan dengan kuas cat eksterior. Sedangkan untuk untuk area yang lebih sempit, gunakan rol cat kecil yang ukurannya relatif sama dengan ukuran area tersebut. Metode aplikasi tercepat memang melibatkan penyemprot cat, tetapi ini juga berisiko tidak disengaja menyemprot area lain.

Untuk memastikan cat melekat dengan baik, kombinasi teknik dapat digunakan, seperti penyemprotan atau menggunakan rol pada lapisan cat, diikuti dengan menggunakan kuas.

Nah itulah beberapa tips penting sebelum beli cat untuk eksterior rumah. Ternyata ada banyak faktor penting yang perlu dipertimbangkan ketika memilih cat eksterior, ya? Namun dengan tips di atas, semoga dapat membantumu lebih mudah untuk menemukan cat yang sesuai dengan eksterior rumahmu. Selamat mencoba!

Leave a Reply

%d bloggers like this: