8 Teknik Pencahayaan yang Bagus untuk Setiap Bagian Rumah

Kita semua tahu betapa pentingnya teknik pencahayaan yang bagus untuk rumah, agar menciptakan setiap ruangan menjadi lebih indah.

Pencahayaan yang tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas dan juga dapat membuat kita merasa rileks dan nyaman. Dengan pencahayaan yang tepat, itu membantu menentukan ruang hingga menjaga kesehatan mata dengan baik.

Pencahayaan juga memengaruhi cara kita merasakan tekstur dan melihat warna, dan meningkatkan ukuran ruang yang lebih kecil. Kemudian juga ada fakta sederhana bahwa perlengkapan lampu bisa menjadi titik fokus utama di sebuah ruangan.

Memahami pentingnya teknik pencahayaan yang bagus untuk rumah, membuat banyak pemilik rumah yang kebingungan dalam menentukan skema pencahayaan yang tepat.

Jika kamu salah satu yang bingung, kali ini Dirumahkita.com telah merangkum 8 teknik pencahayaan yang bagus untuk rumah. Yuk simak!

1. Ruang tamu dan ruang keluarga

teknik pencahayaan yang bagus

Konsep penggunaan cahaya sangat penting di ruang tamu/keluarga. Karena disinilah area rumah di mana orang cenderung berkumpul untuk waktu yang lama dan terlibat dalam berbagai aktivitas.

Baik itu bercakap-cakap, menonton TV, membaca, bermain permainan papan, dan menggunakan laptop.

Lampu di ruang tamu/keluarga sebaiknya menggunakan lampu langit-langit yang menciptakan kesan terang di dalam ruangan, dan menghindari bayangan atau arah ke bawah dari lampu tersembunyi.

Selain itu, pantulan cahaya dari langit-langit juga sesuai dengan kecenderungan manusia untuk melihat bidang vertikal secara visual, yaitu melihat ke atas dibandingkan dengan melihat ke kaki.

Untuk mencapai pencahayaan sekitar yang memantul dari langit-langit ruang tamu, kamu dapat mengombinasikan pencahayaan cove ke dalam arsitektur ruangan.

Atau, jika kamu memiliki rak buku atau meja televisi yang tidak terlalu tinggi, ada peluang untuk menambahkan sepotong kayu dan meletakkan lampu neon linier di belakangnya

Pencahayaan aksen di ruang tamu dapat kamu terapkan untuk fokus pada elemen arsitektur, seperti rak buku, pada lukisan, pahatan, atau tanaman.

Lampu sorot yang ditempatkan di lantai dapat digunakan sebagai pencahayaan aksen untuk tanaman, sedangkan lampu sorot panjang dapat digunakan sebagai pencahayaan aksen untuk karya seni.

Lumens: Pencahayaan sekitar untuk ruang tamu harus 1.500-3.000 lumens. Pencahayaan untuk lampu lantai sorot membaca harus minimal 400 lumens.

2. Dapur

teknik pencahayaan yang bagus

Dapur berfokus pada fungsi penyiapan dan pembersihan makanan, serta kecenderungannya untuk menjadi tempat berkumpul. Inilah mengapa dapur membutuhkan pertimbangan yang cermat terhadap tugas dan pencahayaan sekitar.

Salah satu alasan utama wastafel sering diletakkan di jendela adalah untuk memanfaatkan cahaya alami, dan teknik pencahayaan yang bagus ini masih sangat direkomendasikan oleh ahli pencahayaan.

Namun kamu bisa menambahkan cahaya alami dengan perlengkapan yang dipasang di langit-langit atau tersembunyi di atas wastafel.

Menggunakan pencahayaan dibawah kabinet adalah cara yang bagus untuk memperluas area memasak, tanpa bergantung pada lampu di atas kepala yang akan memberikan bayanganmu saat memasak.

Pencahayaan utama untuk dapur bisa kamu terapkan dengan memasang beberapa lampu pusat yang dipasang di langit-langit yang memberikan cahaya sekitar, dengan perlengkapan di bawah kabinet menyediakan pencahayaan tambahan untuk meja dan di atas bak cuci (bila tidak berada di area jendela).

Lumens: Penerangan dapur ambien harus 5000-10000 lumens, dengan pencahayaan di bawah kabinet minimal 450 lumens di setiap area.

3. Kamar mandi

teknik pencahayaan yang bagus

Dengan penekanannya yang digunakan pada perawatan pribadi, yang mengharuskan melihat diri sendiri di cermin, kamar mandi membutuhkan pertimbangan penempatan pencahayaan yang cermat.

Namun sering banyak kesalahan nih saat orang-orang memasang lampu di kamar mandi. Misalnya beberapa kamar mandi menggunakan pencahayaan yang dipasang di bagian tengah langit-langit yang membuat bayangan pada seseorang yang berdiri di depan cermin.

Nah salah satu cara mendapatkan teknik pencahayaan yang bagus di kamar mandi adalah dengan menerangi kedua sisi cermin. Kamu bisa memasang lampu di antara perlengkapan yang dipasang di dinding di sisi cermin atau lampu di atas kepala.

Lumens: Pencahayaan sekitar di kamar mandi harus 4.000-8.000 lumens, dengan pencahayaan tambahan di sisi cermin minimal 1.700 lumens.

4. Ruang makan

teknik pencahayaan yang bagus

Tak mengherankan lagi bila fokus utama pencahayaan ruang makan adalah meja, dan lampu yang ditempatkan tepat di atas meja dapat memberikan pencahayaan untuk meningkatkan suasana serta menerangi ruangan ini agar aktivitas makan menjadi lebih nyaman.

Untuk mendapatkan teknik pencahayaan yang bagus untuk ruang makan terdiri dari lampu gantung di atas meja, ditambah sepasang lampu dinding yang mengapit area rak atau bufet yang menonjol, dengan semua pencahayaan pada peredup.

Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa peredup sangat penting di ruang makan. Dilansir dari HGTV.com, lampu dengan fitur peredup dapat memberikan fleksibilitas dalam membangun suasana santai saat waktu makan.

Pertimbangan lain saat menerangi ruang makan adalah dengan mempertimbangkan area dinding sekitar, karena ruang makan seringkali menggunakan cat dekoratif atau wallpaper.

Cat warna yang lebih gelap di dinding akan memantulkan lebih sedikit cahaya, sehingga diperlukan lebih banyak lumen di perlengkapan lampu ruangan.

Lumens: Kombinasi pencahayaan di ruang makan harus 3.000-6.000 lumens.

5. Kamar tidur

teknik pencahayaan yang bagus

Karena kamar tidur adalah ruangan di mana kamu akan merasakan suasana santai untuk beristirahat, sebaiknya hindari lampu yang dipasang di langit-langit tengah yang mungkin pencahayaannya akan silau jika dilihat dari tempat tidur.

Untuk lampu di samping tempat tidur, ahli pencahayaan menyarankan lampu yang dipasang di dinding dengan lengan yang dapat disesuaikan, sehingga cahaya dapat diarahkan ke bahan bacaan.

Setiap lampu samping tempat tidur juga harus beroperasi pada sakelarnya sendiri, baik langsung pada perlengkapan atau sakelar dinding yang mudah dijangkau.

Teknik pencahayaan yang bagus di area kamar tidur dapat berupa lampu lantai, pencahayaan arsitektural, atau sepasang lampu dinding yang mengapit cermin dinding.

Selain itu, pertimbangkan juga warna cat dinding kamar saat merencanakan keluaran cahaya. Karena dinding berwarna gelap memantulkan lebih sedikit cahaya.

Tambahan lainnya, kamu juga bisa memiliki lampu meja di nakas atau meja rias. Jika kurang terang, kamu dapat menambahkan sepasang lampu dinding yang dipasang di dekat meja rias.

Lumens: Pencahayaan sekitar di kamar tidur harus 2.000-4.000 lumens, dengan minimal 500 lumens untuk setiap lampu baca, dan 400 lumens untuk penerangan tambahan.

6. Ruang kerja/belajar

teknik pencahayaan yang bagus

Mencari tahu di mana lampu akan dignakan di area ruang kerja/belajar adalah langkah pertama untuk merencanakan teknik pencahayaan yang bagus untuk ruangan penting ini.

Yup, di ruang ini, kamu atau keluarga akan melakukan beberapa tugas umum seperti membaca buku atau dokumen, bekerja di depan komputer, dan berbicara di telepon.

Pertimbangan utamanya adalah untuk memastikan bahwa lampu tidak terpantul di layar komputer, jadi mengetahui posisi komputer, yang mungkin bisa dilihat oleh jarak lokasi stopkontak dan kabel internet.

Lampu untuk area meja harus diposisikan untuk meminimalkan bayangan dan pantulan, jadi pastikan kamu dapat meletakkanya di sisi kanan atau kiri orientasi kerja utama.

Jika tata letak ruang kerja/belajar memungkinkan, kamu dapat menempatkan kursi baca di samping jendela. Sehingga kamu bisa mendapatkan cahaya alami untuk digunakan membaca di siang hari.

Tentu saja jangan lupa lampu meja yang dapat memberikan penerangan yang tepat untuk membaca di malam hari.

Lumens: Pencahayaan sekitar untuk kantor rumah harus 3.000-6.000 lumens, dengan pencahayaan tugas di meja minimal 1.200 lumens.

7. Pintu masuk rumah, lorong, dan tangga

teknik pencahayaan yang bagus

Titik masuk dan lorong masuk rumah biasanya hanya membutuhkan pencahayaan sekitar, kecuali ada titik fokus seperti karya seni atau elemen arsitektur yang harus menerima pencahayaan aksen.

Pintu masuk kecil mungkin cukup diterangi oleh lampu yang dipasang di langit-langit. Sedangkan untuk mendapatkan pencahayaan ambient di lorong, kamu bisa menggunakan lampu tersembunyi, lampu yang dipasang di langit-langit, atau lampu dinding.

Jika kamu memiliki tangga dengan plafon yang tinggi, ini mungkin memerlukan lampu gantung dengan kontrol pencahayaan di bagian bawah dan atas tangga.

Jika lorong digunakan sebagai galeri untuk karya seni atau foto, pertimbangkan pencahayaan aksen, yang bisa memposisikan arah lampu yang tepat, dan menggunakan bola lampu yang memancarkan sinar cahaya yang sangat sempit.

Lumen: Pencahayaan sekitar untuk pintu masuk dan tangga harus 1.200-4.000 lumen, sedangkan pencahayaan ambient untuk lorong harus 1.200-2.500 lumens.

8. Area outdoor

teknik pencahayaan yang bagus

Teknik pencahayaan yang bagus di area outdoor tak hanya untuk menerangkan area rumah, namun ini juga termasuk menjaga keselamatan, keamanan, dan meningkatkan nilai estetika murni.

Ketika kamu ingin menerapakan teknik pencahayaan yang bagus untuk area outdoor, pastikan kamu memilih lampu yang berkualitas, terutama untuk daya tahannya.

Saat merencanakan pencahayaan outdoor, pertimbangkan tiga bentuk pencahaaan yaitu, lampu yang dekat dengan rumah, lampu yang berada di tengah halaman, dan lampu di sudut yang jauh. Dengan begitu kamu menciptakan titik fokus yang menarik saat dilihat dari rumah pada malam hari.

Salah satu manfaat pencahayaan luar ruangan yang diabaikan adalah meminimalkan pantulan permukaan kaca yang dilihat dari dalam rumah pada malam hari.

Hindari kesalahan menggunakan terlalu banyak cahaya di luar ruangan. Orang sering berpikir lebih banyak lebih baik, lebih terang lebih baik. Tetapi jika kamu membuat area super terang, kamu justru membuat area dekat rumah menjadi super gelap, dan itu bisa tidak aman.

Pintu depan adalah salah satu dari sedikit area luar ruangan, di mana cahaya yang lebih terang dapat diterima. Kamu bisa mendapatkan pencahayaan yang baik dengan dua lampu yang dipasang di dinding yang mengapit pintu.

Lumens: Pencahayaan di pintu masuk depan harus 1.000-2.000 lumens. Sedangkan pada area halaman, dianjurkan minimal 300 lumens.

Nah itulah 8 teknik pencahayaan yang bagus untuk setiap bagian rumah, yang bisa kamu terapkan. Dengan menerapkan teknik ini, diharapkan kamu memiliki rumah yang nyaman tanpa harus merasa kegelapan atau kesilauan saat beraktivitas.

Leave a Reply

%d bloggers like this: