10 Penyebab Lantai Keramik Rumah Retak atau Pecah

Salah satu bagian rumah yang sering mengalami kerusakan adalah lantai keramik. Masalah umum yang terjadi pada lantai keramik adalah pecah.

Sebelum pecah, biasanya lantai keramik membengkak dan terangkat. Setelah itu, lantai keramik pecah seperti ledakan, ini disebut popping.

Sebagai alas untuk berjalan di dalam rumah, tentunya lantai keramik yang pecah tidak aman untuk dilewati. Oleh karena itu, lantai keramik harus dirawat agar tidak mudah pecah.

Namun penyebab lantai keramik pecah bukan hanya karena faktor usia saja, ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan lantai keramik pecah meski masih muda atau baru.

Nah berikut ini DirumahKita.com telah merangkum 10 penyebab lantai keramik rumah retak atau pecah dan cara untuk memperbaiknya. Baca terus sampai habis!

1. Pemasangan lantai keramik yang kurang bagus

lantai keramik rumah pecah

Salah satu penyebab lantai keramik yang mudah pecah meski usianya belum tua, adalah cara pemasangan yang kurang baik. Hal ini seringkali tidak disadari saat membangun sebuah bangunan, padahal hal ini berpengaruh besar terhadap daya tahan lantai nantinya.

Metode pemasangan yang tidak tepat termasuk bahan baku seperti semen dan mortar pasir yang berkualitas buruk, komposisi campuran yang tidak tepat, metode pemasangan yang buruk atau terburu-buru, hingga pemasangan yang dilakukan oleh pembangun yang kurang berpengalaman.

2. Keramik tidak direndam sebelum pemasangan

lantai keramik rumah pecah

Saat membeli keramik, kamu juga harus memerhatikan apakah jenis keramik yang digunakan di rumah perlu direndam atau tidak. Karena jika tidak merendam keramik yang perlu direndam, maka bisa membuat keramik cepat rusak.

Hal ini karena, lapisan semen yang menempel di bagian belakang keramik dapat mengering, sehingga keramik tidak menempel erat. Ini dapat membuat keramik copot setelah pemasangan, bahkan juga bisa pecah saat pemasangan.

3. Perubahan suhu tanah menjadi tinggi

lantai keramik rumah pecah

Perubahan suhu tanah juga berpengaruh besar terhadap kondisi lantai keramik. Peningkatan suhu tanah atau perubahan suhu menjadi panas meningkatkan potensi kerusakan keramik karena menyebabkan lantai keramik mengembang.

Dilansir dari tiles-direct.com, jika kamu menggunakan lantai keramik yang tidak cocok untuk penggunaan di luar ruangan, perubahan suhu yang ekstrem dapat membuatnya lebih rentan terangkat, bahkan bisa retak, pecah, hingga meledak.

Oleh karena itu, pecahnya lantai keramik adalah hal biasa selama musim panas karena suhu tanah juga berubah.

4. Penggunaan keramik berkualitas buruk

lantai keramik rumah pecah

Tentu saja, hal yang pasti menyebabkan lantai keramik pecah adalah kualitas keramik yang buruk. Keramik berkualitas buruk tentu memiliki ketahanan yang buruk juga, sehingga lebih rentan retak, pecah, dan meledak.

Ini karena keramik berkualitas buruk lebih cepat mengembang terutama ketika suhu berubah, daripada keramik berkualitas tinggi. Seperti yang disebutkan di atas, suhu tinggi menyebabkan keramik mengembang dan akhirnya membuat keramik rusak.

5. Garis nat retak atau tidak kencang

lantai keramik rumah pecah

Garis nat merupakan celah antara ubin keramik yang umumnya diisi dengan semen. Garis nat berperan penting dalam menjaga agar keramik tetap awet.

Sehingga garis nat yang retak atau tidak rata, dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Garis nat yang kurang rapat, dapat memungkinkan air atau udara masuk dan perlahan. Hingga akhirnya mengikis lapisan semen di bawah permukaan keramik.

Garis nat yang retak juga dapat melonggarkan ubin dan menyebabkan perluasan ubin.

6. Lantai keramik yang telah terendam air

lantai keramik rumah pecah

Faktor lain yang menyebabkan lantai keramik rumah pecah adalah kondisi lantai yang terendam air. Lantai rumah yang terendam air seperti saat banjir bisa membuat lantai keramik terangkat.

Hal ini karena genangan air akan merembes melalui celah-celah di antara keramik dan membuat permukaan tanah di bawah keramik menjadi turun.

Akhirnya, semen perekat keramik menjadi longgar dan menyebabkan lantai keramik terangkat atau bahkan pecah.

7. Struktur tanah yang kurang padat

lantai keramik rumah pecah

Diketahui bahwa kondisi tanah juga memiliki pengaruh besar terhadap daya tahan lantai keramik rumah. Selain suhu tanah, struktur tanah yang tidak tepat juga dapat menyebabkan lantai keramik lebih mudah pecah.

Struktur tanah yang kurang padat atau pernah mengalami gempa, dapat membuat struktur tanah mengalami penurunan.

Kondisi ini pada akhirnya mempengaruhi lantai keramik yang sudah terpasang dan berpotensi menyebabkan ubin pecah.

8. Ada rongga di bawah lantai keramik

lantai keramik rumah pecah

Adanya rongga di bawah keramik sering juga disebut keramik berongga. Adanya rongga di bawah keramik ini membuat rongga terisi air. Saat suhu tinggi, rongga berisi air akan membuat keramik mengembang dan kemudian terangkat dan pecah.

Kehadiran rongga di bawah keramik disebabkan oleh metode pemasangan yang tidak tepat. Kondisi ini sangat berbahaya jika dibiarkan dalam jangka waktu lama. Karena, keramik berlubang bisa patah dan melukai kaki saat melewatinya.

9. Ada kelebihan beban pada keramik

lantai keramik rumah pecah

Penyebab lain yang dapat membuat lantai keramik rumah pecah adalah peletakan beban yang berlebihan pada ubin.

Diketahui bahwa setiap jenis keramik memiliki batas bebannya masing-masing meskipun secara umum dapat menahan beban hingga 113 kg.

Oleh karena itu, jika ada beban yang melebihi kapasitas pada lantai keramik, hal ini dapat menyebabkan keramik pecah. Apalagi jika beban diletakkan di atas permukaan keramik dalam waktu lama.

10. Ada barang berat yang jatuh pada lantai keramik

lantai keramik rumah pecah

Jika kamu melihat adanya retakan terisolasi dalam area tertentu atau di lantai keramik tertentu, kemungkinan kerusakan disebabkan oleh sesuatu yang berat dijatuhkan.

Apakah itu perabot yang dipindahkan melalui pintu masuk, piring atau mangkuk keramik? Setrika? Apakah panci besi saat pernah terjatuh? Semua

Hal ini mungkin hanya menunjukkan sedikit penyok pada awalnya, tetapi kerusakan dapat menyebar dari waktu ke waktu, terlebih lagi jika area tersebut mendapat tekanan terus-menerus seperti, banyak yang jalan di atasnya.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Lantai Keramik Rumah Retak?

lantai keramik rumah pecah

Lantai keramik rumah adalah dekorasi yang bagus untuk setiap bangunan, terutama jika dipasang dengan benar.

Namun, seperti yang dijelaskan sebelumnya, lantai dapat pecah karena masalah dari proses pemasangan, perubahan suhu yang ekstrem, terlalu banyak beban, atau sesuatu yang sederhana seperti menjatuhkan benda berat.

Untungnya, kamu dapat memperbaiki retakan garis rambut di ubin lantai dengan beberapa alat sederhana, termasuk potongan kayu dengan ujung runcing dan senyawa kimia yang dikenal sebagai epoksi.

Langkah-langkah berikut ini akan menjelaskan cara memperbaiki lantai yang retak tanpa mengganti ubin seluruhnya:

Alat dan bahan yang diperlukan:

  • Sabun cuci piring dan air atau alkohol gosok
  • Handuk kertas atau kain microfiber
  • Campuran epoksi bening
  • Tusuk es loli atau tusuk gigi
  • Potongan kardus atau karton
  • Sarung tangan
  • Masker
  • Cat berbasis minyak atau urethane, dengan warna yang sesuai dengan lantai
  • Kuas cat kecil
  • Urethane sealer

Cara memperbaiki lantai retak:

  1. Kenakan alat pelindung diri saat mencampur dan menggunakan epoksi, termasuk sarung tangan dan masker.
  2. Bersihkan area lantai yang retak dengan sabun cuci piring dan air atau alkohol menggunakan handuk kertas atau kain microfiber untuk membersihkan lantai. Berhati-hatilah untuk menyingkirkan kotoran atau minyak dari lantai. Pastikan lantai benar-benar kering sebelum melanjutkan.
  3. Untuk membuat epoksi, campurkan resin dan pengeras di atas potongan kardus atau karton, aduk dengan cepat hingga membentuk pasta perekat yang menyatukan kedua potongan lantai. Pastikan larutan dari setiap botol tercampur secara menyeluruh untuk membentuk campuran perekat yang sesuai.
  4. Setelah tercampur rata, aplikasikan lem menggunakan stik es loli atau tusuk gigi, tergantung ukuran retakan. Sebarkan epoksi pada retakan, buat lapisan tipis dan rata. Oleskan epoksi setidaknya setengah sentimeter di kedua sisi retakan, tetapi pastikan untuk menghindari nat.
  5. Tunggu epoksi kering dalam waktu sekitar 10 sampai 15 menit.
  6. Dengan menggunakan tangan yang bersarung tangan, ketuk epoksi setelah 15 menit untuk memastikannya kering dan kencang saat disentuh.
  7. Setelah epoksi mengering, gunakan cat berbahan dasar minyak atau urethane dan kuas cat kecil untuk mengecat epoksi.
  8. Terakhir, gosokkan urethane sealer pada epoksi setelah catnya benar-benar kering untuk melindungi lantai.

Kini kamu telah mengetahui apa penyebab lantai keramik rumah retak atau pecah. Dengan menghindari penyebab di atas, kamu dapat menjaga lantai di rumah tahan lama. Namun jika mengalami keretakkan, cara di atas sangat cocok untuk membantumu memperbaikinya.

Namun, jika ubin lantai telah pecah atau retaknya cukup besar, satu-satunya pilihan adalah mengganti ubin. Seorang profesional dapat membantu dengan proses penggantian dan bahkan mungkin dapat memperbaiki retakan besar tanpa harus membeli ubin baru.

Leave a Reply

%d bloggers like this: